22 Desember

 

Guratan itu

Menggores wajah jelitanya

Begitu saja,

Menautkan segenap rasa yang pernah terluka

Menyiratkan suka dalam hampa walau kebas terasa

Buah cinta kasihmu lahir dunia tanpa ragu,

Duka perihmu menguap jauh..

Cinta kecil menangis riuh kemerahan

Senyum itu tersungging, walau penat terasa

 

Cinta kecil dalam gayutan,

Tak sia usaha mengais angan

Kan kulahirkan si cinta cerdas cemerlang

Lukiskan senyum penutup luka, walau pahit terasa

 

Betapa mulia cinta dalam buaiannya..

Guratan suka, duka dan cinta

Berombak satu dalam jelitanya

Cinta kecil berayun balita, suarakan 1000 tanya tentang dunia

Bak mentari dalam hampa, kau sinari 1000 jawab dengan senyum

Mengulas rasa ingin tahu

Membuat si cinta duduk terpaku

Memadu kagum bagai nampak sang ratu serba tahu,

 

Cinta kecil tak tahu dunia berlalu

Mencerminkan diri bahwa cinta besarlah yang kini termangu,

Betapa riuh rasa butuh membelenggu,

Bagai sembilu tatkala cinta besar bosan menunggu

Perih, walau raga tak perlu bersedih

Cinta besar sunggingkan senyum, betapa mulia dirinya telah dilahirkan

Menghirup udara dengan aman,

Tanpa mengais rupiah jalanan

 

Terimakasih..

Cinta besar hendak bersuara,

Walau tak terbayar segala daya upaya

Kan terbalas dengan sayang dan cinta

Mengarungi perjalanan kedua berjumpa denganNya

Bersama angka dan huruf yang telah tertata

Kan terucap kata sempurna..

22 Desember.. Cinta menyayangimu selamanya, Bunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *