Zamzam Tower

Kilau terpapar kuning cemerlang

Memantulkan kuasa sang mentari menjilat raya

Bagai menyapu keluh kesah segala rasa

Memancar..daya itu tak terasa, namun sempurna

Menguak seribu cerita tentang berjuang segenap jiwa

Alam raya nan memupuk cerita

Bagai kehilangan gemingnya..

Merekam cerita berjuta rasa

Mengabadikan mimpi dalam gayutan lindunganNya

Meringkas keluh kesah yang merongrong cermin hasil dan usaha..

Memantul..tanpa kurang satu aksara

Kilau itu..

Kini ditanganku, ditangan mungil penuh debu

Debu batil dan penyebab tangis yang tersedu

Tanganku, tak semerta menggapai individu

TanganNya dan tangan-tangan MEREKA

Menyeretku menggapai kilau bagai sempurna

MEREKA..

Terukir dalam sejarah kecilku, kan sempurna teratas menggapai kilau nan sempurna

Mereka yang mengabdikan jiwa raga..

Menautkan tangannya menyibak kabut bersama

Melangkah bagai ksatria..bertaruh muka diatas ragunya rasa..

Kilaunya..

Simbol ringkasan segala rasa

Puncak lelah berbaur keluh kesah

Segenap mata memandang kilaunya

Sepercik air mata menetes bersamanya..

Menyirat kata bertajuk “usaha”, abadikan rasa bertajuk “hasil yang sempurna”

Walau tak ayal hanyalah debu tanpa daya dan upayaNya..

Zamzam Tower, tergenggam dirimu..

Dalam balut tangis nan haru..ketika “piala” adalah sebutanmu..

Namun, biarlah angan menyebutmu begitu

Hingga langkah kan membawa kami menginjak tanah di depanmu..

Mengagungkan kesempurnaanNya..dihadapmu..

 

 

wahyu mitasari

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *