Senja Yang Terbuang




Senja Yang Terbuang


Bagaimana mungkin
Menatap disetiap senja
Mematung tak ubahnya raja yang gila
Menelisik raungan relung rasa
Mencoba menikmati tanpa suara
Sesakit rasa yang terluka karena bilah kaca

Merintih..
Pedih..
Perih..
Bagaimana kabar anakku disana
Akankah sakit yang kau rasa kini
Atau senyum bahagia yang menghiasi
Wahai anakku abdi negara
Pundakmu kuat bagaikan baja
Bilah tombak negara hanya dipunggungmu
Tanpa lelah lesu berjuang tanpa ragu

Matahari menyingsing
Memamerkan sinar sejatinya
Memancar tajam bakti tanda cinta
Sebuah filosofi tak terucap tak terkata
Sinarmu kini
Menghidupkan negeri

Tak ada yang mampu membunuh rindu
Meski senja berpesan sua
Jangan bersedih tak bersama
Apalah daya
Sang abdi negara pejuang rimba
Adalah putra kecilku
Yang kutimang penuh candu
Yang kupeluk penuh rindu

Senja berkata
Hilangkan saja, rindu pasti bertemu
Entah didunia, atau disurgaMu
Sesakit itu menahan rindu, wahai ibu
Tak ada yang mati karena rindu
Hanya ada hilang rindu karena mati begitu
Senja berpesan..
wahai ibu pejuang rindu
Bakti putramu seluas langit yang membiru
Dan tak akan pernah melutut pilu
Salam rindu senjang terbuang
Seikat rindu bawalah terbang
Hati jiwa siap bangkit menantang
Salam
Senja

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda