SENJA DAN GADIS IMAJINASI





( Oleh : Sella Margaretha . D . )


Petang adalah waktu kedamaian bagi seorang gadis yang sedang berdiri tegak menatap semesta sembari bercerita bagaimana cara menenangkan rasa seperti tenangnya ombak  yang mengalun di depan mata.
“Siapa kau ? tersenyum seolah-olah kau seperti orang gila di tepian pantai ini,” sapa lembut seorang pria.
“Aku Ima … Kamu ?” jawab cuek gadis tersebut.
“Hmmm….. Apa yang  sedang kau tunggu ketika mentari mulai berpamitan dengan semesta, adakah seseorang yang ingin kamu temui ?” tanya pria tersebut.
“Tidak ada.” Sambil menatap lelaki tersebut.
“Lantas apa yang kau tunggu ?” pria tersebut menatapnya.
“Kepastian,”ungkap Ima dengan lirih.
“Kepastian ?! kepastian yang seperti apa yang membuat seseorang sampai bisa berdiri tersenyum layaknya orang gila yang sedang bercanda dengan kesepian?” tanya pria tersebut.
“Kemarin aku bertemu ditepian pantai ini kemudian ia pergi tanpa alasan bahkan sedikit bicara pun tidak ia ucapkan, mungkin ia cemburu sebab kemarin setelah ia menemuiku temannya datang menghampiriku lalu temannya yang mengantarku pulang. Namun tidak seperti biasanya kekasihku seperti ini ia tidak datang petang hari ini” jawab Ima sambil menatap alunan ombak.
“Cobalah mengiriminya pesan, siapa tahu dia masih macet dijalan,” pinta pria tersebut.
“Aku tidak pernah berkirim pesan dahulu atau bahkan ia tidak pernah mengabariku sama sekali.” Jawab Ima.
“Apa?! kamu bodoh jika terus menunggunya apalagi dengan tersenyum, dasar lelaki pengecut ! “ ucap kasar pria tersebut.
“Jangan seperti itu … Tersenyum simbol kedamaian.” Ucap Ima kepada pria tersebut.
“Tersenyum berdamai menutupi  kekecewaan, iya? ” ucap pria tersebut.
“Percayalah … Diriku tidak seperti itu, namun ada selain diriku yang suka tersenyum ada senyum yang aku takutkan.” Ucap Ima untuk menenangkan pria tersebut
“Apa?” jawab ketus pria tersebut.
“Seseorang tersenyum sebab ada maksud dendam, sebab itu salah satu cara mendekat dengan cara perlahan dari proses pembalasan” jelas Ima.
“Hmm bisa saja kamu…. Kalau boleh tahu siapa nama lelaki pengecut yang gengsi berkabar dan siapa nama temannya yang sok laki itu?” keponya pria tersebut.
“Hahahaha… Kenalin dia senja dan temannya adalah malam.” Jawab Ima dengan singkat.
“Dasar gadis aneh kau benar benar gila ” ucap keras pria tersebut.
“Iya aku memang gila dalam mengimajinasikan sesuatu, percayalah menggagumi senja yang tak bertuan jauh lebih menenangkan sebab tidak akan rasa curiga dan cemburu yang menguasai jiwa. Oleh sebab itu banyak orang menyebutku gadis IMAjinasi.” Jawab Ima sambil menatap pria tersebut.
“Seakan aku ikut gila mendengar jawabmu” ucap pria tersebut.
“Gila yang Positif boleh ya?” tanya Ima.
“Hahahahaha,” sambil menatap Ima.
“Dari tadi aku belum mendengar namamu, siapa namamu? ” ucap Ima.
“Dasar kepo yang berlebihan.Namaku Senja berbeda dengan Senja yang kau rindukan yang ini punya rasa bahkan jika kau mau aku akan mengirimmu kabar setiap detiknya,” ucap Senja.
“Omong Kosong, siapa juga yang mau menggagumi senja sepertimu? Senja seperti mu hanya akan  membuat banyak janji hoax saja berbeda dengan senjaku.” Ucap Ima.
“Percayalah, aku sudah lama melihatmu di tepi pantai ini sendirian menunggu sesuatu yang tidak ada pastinya bisa jadi aku diam menyukaimu dan sekarang pun aku sudah menyukaimu, tetapi bolehkah aku menjadi senja untuk kau kagumi?” sambil menatap Ima.
“Sudah mau malam, mari pulang !” ketus Ima.
“Aku juga sedang menunggu kepastian, sebab itu kau jangan membuat kepastian.” Ucap Senja.
“Butuh banyak waktu untuk mengenali senja sepertimu,” jawab Ima.
“Baiklah tetapi aku tidak menyerah sebab perlu bukti hebat untuk menaklukan gadis sepertimu,” pengakuan Senja.
“  ,” seketika Ima hanya menatapnya tersenyum.


Terimakasih sobat sudah berkunjung ke ruang imajinasi saya, salam kenal

diambil sellamargaretha.wordpress.com
images. via https://www.google.co.id 
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda