Kopi dan Rebana

Kopi hitam diujung senja
Terpaut ruang tanpa perantara
Hanya celah-celah pintu nakal menggoda
Merambatkan sair-sair merdu dari bibirnya
Mengalun lembut, menggelitik telinga
Tanpa pandang, senyum mengembang
Tanpa sapa, hati berbunga
Duhai sang pengiring rebana,
Siapa gerangan engkau disana?
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda