Emak Bapak

14 comments

Pelukku jauh, rinduku dekat
Seumpama nadi yang melekat
Teringin mengucap kata penuh cinta
Apalah daya
Leher tercekat oleh banjir pelupuk mata
Rasaku tak ubahnya peluru aksara
Mengabadikannya dalam kata
Meski pilu kini menunggu hingga sibuk beradu
Pulang pasti akan datang, pergi pasti terjadi
Dan sunyi, itulah yang akan menemani
Senyummu ilmu, keriputmu pahit getir hidup yang bertumpu
Yang membentuk rengkuh aman
Dan aku, jauh langkah
Patah
Karena tahu malaikatku punah
Dan langkah ini kembali sendiri
Meniti rapuh bersahabat peluh
Seorang diri. Sendiri
Menantang dunia, mendekap luka
Seorang diri. Sendiri
Damaiku berharap kau jangan pergi
Dunia ini terlalu kejam untukku sendiri
Tapi, mari menyingkap damai
Takdir mengalir seumpama air
Dan kini. Sendiri
Malaikat telah pergi
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

14 komentar: