Cerita Jelita

Leave a Comment

Aku terpasung oleh jarak
Perlahan mengutuk angan
Meski tak sampai kepada sang pujaan
Jiwaku terpaku oleh kejamnya rindu
Tersadar menelisik sang surya
Tertanda pagi telah tiba
Dan aku
Tetap pada rinduku, pilu
Gemericik air perlahan mengalir
Seolah rintih sendu terdengar
Kau,
Tak ubahnya bintang di temaram
Terlihat meski tak ada
Terdengar meski tak bersuara
Kau tak ubahnya secercah sinar
Yang tak pernah lelah berpendar
Dan aku, tetap pada rinduku, pilu
Wahai pujaanku
Aku kini berteman sepi
Berkawan pilu
Bersahabat gelap
Bercengkrama tanpa sua
Wahai pujaanku,
Kuukir nama kita di sel penjara
Tak apa, adil kini bengis menghianati
Adilku telah pergi
Jauh,
Biarlah aku termangu memeluk angan hadirmu
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar