Serambi Pandemi

Leave a Comment


Malang nian nasib tuan jalanan
Makan tak kenyang minum tak segar Mengambang bagai angin 

Tentrammu dalam keberingasan
Nyamanmu meliput kabut debu
Dingin dalam diam
Rintih dalam kepasrahan 

Suatu hari pikul pandemi
Nyawa di rumah harta di rumah
Sebagai peti menutup mati 
Menyongsong pandemi
Hampa dalam kepasrahan

Was-was bagai harimau di hadapan
Sakit hati sakit materi perih tak terperi
Tuan muda hilang angan
Pak tua lepas seragam
Keluar menjemput mati
Di dalam lapar menanti

Bagai serambi berbalut duri
Tuan berdasi hangat menyergap segelas kopi 
Dalam hangat balutan rumah
Uang di tangan makanan di hadapan
Sungguh malang nian Tuan Jalanan
Tanpa rumah tanpa teman 
Hidup tak dibutuhkan
Mati tak dihiraukan

Tuan jalanan,
Jejak menjadi debu 
Tangis menjadi angin lalu
Tuan jalanan,
Hidup segan mati tak mau

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar